Tim Tanggap Bencana BAZNAS Agam Tangani Banjir dan Longsor
Tim Tanggap Bencana BAZNAS Agam Tangani Banjir dan Longsor
05/01/2026 | ZHAgam – Di tengah hujan deras yang tak kunjung reda dan akses wilayah yang terputus, BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Agam bergerak cepat merespons banjir bandang dan tanah longsor (galodo) yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sejak jumat 26/12/2025.
Langkah cepat ini ditegaskan langsung oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Ir. Isman Imran, M.Si, yang menyatakan bahwa BAZNAS hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perlindungan dan bantuan dasar di tengah kondisi darurat.
“Sejak awal kejadian, kami langsung mengerahkan Tim BAZNAS Tanggap Bencana untuk turun ke lapangan. Fokus utama kami adalah penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta koordinasi dengan seluruh unsur terkait agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat,” ujar Isman Imran.
Sejalan dengan itu, tim BTB BAZNAS Agam sejak Minggu (28/12/2025) melakukan asesmen lapangan, penyaluran bantuan logistik, serta koordinasi lintas sektor di wilayah terdampak terparah, yakni Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, IV Koto, dan Palupuh.
Lebih lanjut, Isman Imran menegaskan bahwa dampak bencana yang ditimbulkan sangat besar dan membutuhkan dukungan semua pihak, baik dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, maupun masyarakat luas.
“Kami menghadapi kondisi yang tidak ringan. Infrastruktur rusak parah, akses terputus, dan kebutuhan pengungsi, khususnya permakanan, sangat mendesak. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan misi kemanusiaan tersebut, BTB BAZNAS Agam menurunkan personel gabungan yang dipimpin Komandan BTB BAZNAS Agam Hendra, bersama relawan dari BTB BAZNAS Kota Tangerang dan PMI Kota Tangerang, dengan dukungan satu unit mobil rescue.
Berdasarkan data sementara di lapangan, hujan berintensitas tinggi sejak Sabtu siang (27/12/2025) memicu banjir bandang dan longsor di berbagai titik krusial. Puncak kejadian terjadi di Jorong Pasa, Nagari Maninjau, yang mengalami banjir bandang berulang hingga Minggu sore.
Di lokasi terdampak terparah, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, tercatat 58 orang meninggal dunia, belasan korban masih dalam pencarian, serta puluhan rumah hanyut terbawa arus.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua BAZNAS Agam menegaskan bahwa pihaknya akan terus berada di lapangan selama masa tanggap darurat.
“BAZNAS Agam tidak akan meninggalkan masyarakat di saat-saat sulit seperti ini. Kami akan terus hadir, mendampingi, dan memastikan bantuan tersalurkan dengan baik hingga kondisi benar-benar pulih,” kata Isman Imran.
Hingga saat ini, sekitar 200 warga masih mengungsi dan membutuhkan bantuan logistik, dapur umum, serta kendaraan operasional untuk menjangkau wilayah terisolasi. Sementara cuaca yang masih didominasi hujan deras membuat risiko bencana susulan tetap tinggi.
BAZNAS Agam pun kembali mengimbau dukungan dari BAZNAS Provinsi Sumatera Barat dan BAZNAS RI, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat upaya kemanusiaan di Kabupaten Agam.
Dilaporkan oleh Tim BTB BAZNAS KAB.AGAM
——————————————
???? MEDIA SOSIAL
——————————————
FB : Baznas Kabupaten Agam
e-mail : [email protected]